Testimoni First Cut “Film Jilbab Traveler Love Sparks In Korea”

Assalamu’alaikum.

First cut (rough cut) adalah potongan pertama dari sebuah film. Masih kasar, layar hijau masih ada, gambar tertentu masih ada logo, intinya jauh dari final. Kalau orang yang menonton di first cut saja sudah melihat bagus tersentuh, insya Allah film jadinya jauh lebih bagus lagi.

Testimoni First Cut Film Jilbab Traveler Love Sparks In Korea

Berikut beberapa testimoni dari yang sudah menonton preview first cut :

1. Asma Nadia
(Penulis Catatan Hati Seorang Istri, Surga yang Tak dirindukan, Pesantren Impian, Assalamualaikum Beijing, dll).

“Banyak adegan yang membuat saya menitikkan air mata, padahal masih potongan kasar, baru edit pertama, masih ada green screen. Menyentuh. Semua pemain tampil amat sangat mengesankan. BCL innocent. Morgan pada performa terbaik. Giring mencuri perhatian. Ringgo Agus “kurang ajar” kerennya. Dewi Yull dahsyat.

Sementara cast lain melebur dengan sangat natural. Banyak sekali scene indah yang memanjakan mata. By far, menurut saya ini film terbaik Guntur Soeharjanto. Film ini akan membuat kamu baper tingkat tinggi, sekaligus mendapatkan lautan hikmah. Menontonnya serasa menikmati film-film Korea yang melebur dengan cita rasa Indonesia.”

2. Sunil Samtani (Produser)

“Kata orang harga tidak bohong. Untuk membuat film berkualitas kita harus berani bayar harganya. Kami sebagai produser sadar benar filosofi itu. Karenanya, ketika memproduksi Film Jilbab Traveler, kami sadar film ini akan menyedot cukup banyak biaya. Selain Jakarta, film ini mengambil shooting di Korea, Baluran, bahkan Kawah Ijen yang memberi tantangan tidak mudah. Terbayang betapa besar kebutuhan transportasi, logistik, akomodasi, dsb.

Akan tetapi, begitu melihat keindahan gambarnya, jalan ceritanya, sekalipun hanya dari rough cut, saya puas dengan hasilnya. Jilbab Traveler: Love Sparks in Korea juga menjadi kolaborasi aktor dan aktris korea profesional yang memiliki kualitas akting mumpuni dengan aktor/aktris Indonesia.

Jadi benar-benar sebuah proyek budaya yang digarap secara serius antara Indonesia dan Korea. Serta mendapatkan dukungan resmi pemerintah Korea melalui Gubernur mereka. Semoga penonton puas dan misi kami untuk memberikan tontonan berkualitas bagi pecinta film di Indonesia, tercapai.

3. Guntur Soeharjanto
(Sutradara Assalamu Alaikum Beijing, 99 Cahaya di Langit Eropa, Tampan Tailor, dll).

“Sebagai sutradara, saya sendiri takjub melihat hasil first cut. Hasilnya luar biasa, di atas ekspektasi. Saya bisa membayangkan betapa film ini menjadi lebih megah ketika nanti final cut dan sudah di-color grading, sound diatur, musiknya ditambah, dll.

Saya ingat betapa lelahnya, bersama crew dan bintang, naik gunung dan turun ke kawah, sambil membawa perlengkapan shooting termasuk menghadapi risiko gas beracun. Bahkan bagi pendaki sekalipun, tanpa membawa alat sudah melelahkan. Belum lagi shooting di bawah dinginnya siraman hujan salju. Akan tetapi, semua lelah terbayar sudah, ketika melihat hasil yang memuaskan.

Buat sutradara, memberikan karya yang terbaik dan diterima masyarakat adalah kebahagiaan besar, dan insya Allah film Jilbab Traveler Love Sparks in Korea bisa mewujudkannya.

4. Isa Alamsyah
Penulis Humortivasi, No Excuse, 101 Dosa Penulis Pemula, dll Pendiri KBM (Komunitas Bisa Menulis).

“Ada bagian yang membuat mata saya berkaca-kaca, ada bagian yang membuat saya tergelak tawa, ada bagian yang membuat saya takjub dan bangga. Ringgo Agus, tidak perlu bersusah payah melawak tapi membuat kita tertawa. Aktingnya natural dan sangat menghibur.

BCL, tanpa berbicara, melihat matanya saja kita bisa ikut terbawa. Dan Morgan, two thumbs up. Ini mungkin peran paling menantang buat Morgan, tapi dia berhasil menaklukkannya. Dan Giring, membuat saya percaya dia juga akan sukses di dunia seni peran. Semua pemeran termasuk aktor dan artis Korea, bermain sangat meyakinkan.

Pemandangan Baluran dan Kawah Ijen yang disajikan, membuat kita semakin bangga melihat betapa indahnya tanah Indonesia, belum lagi setting Korea di provinsi yang merupakan lokasi Winter Sonata. Semua menyatu indah padu dalam cerita. Film ini bukan sekadar menghibur, tapi juga inspiratif dan edukatif.”

Doakan film ini menjadi syiar kebaikan yang mencerahkan. Aamiin ya Allah.

Wassalamu’alaikum.

Sumber Facebook Asma Nadia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s