Perjalanan Hijabographic Goes To Pakoban

Assalamu’alaikum.

Mau tau perjalanan Hijabographic kemaren, menuju Pasar Komik Bandung ? yang penuh  dengan lika-liku kebahagiaan. Langsung aja, Yuk kita baca bareng-bareng cerita dari kak Oryza dalam perjuangan nya Goes To Pakoban.

Sabtu, 9 Mei 2015. Pagi buta saya sudah bersiap-siap untuk menuju ke pool travel terdekat. Hari itu hari yang istimewa, karena saya akan berangkat jauh lagi setelah sekian lama tidak berkelana dan berkutat di kepulan polusi Jabodetabek. Tidak jauh sih, cuma ke Bandung. Lumayan sebagai langkah awal untuk pengelanaan berikutnya.

Perjalanan ke Bandung cukup singkat, berangkat jam setengah 7 dan tiba kira kira pukul 9.15 pagi. Sesampainya di sana kulit saya yang sensitif ini di sambut dengan udara sejuk sejuk menggoda. Gatal, merah, kemudian bentol. Ternyata kulit saya harus adaptasi. Sambil menunggu teman seperjalanan saya, Evi, saya berjemur sebentar untuk menghilangkan alergi. Mencari kehangatan. Agak curiga sebenarnya saya alergi dingin begini, jangan-jangan saya ini masuk ke cantik-cantik-serigala. *dilempar panci*

Tak lama menunggu, akhirnya Evi datang. Tapi kami harus menunggu seseorang yang akan menjemput dan mengantar ke Braga. Zaky. Ilustrator Hijabocomic kesayangan kami. Oia, pengelanaan ke Bandung ini dalam rangka mengemban misi mulia, mengeksistensikan keberadaan Hijabographic di Pasar Komik Bandung 4 (Pakoban) fat gen-X ! *jreeeeng!*

Dan, datanglah Zaky, yang baru saja sampai namun langsung kami paksa mengantar menuju lokasi Pakoban, Braga City Walk. Saya kira, Bandung penuh damai, tentram, dan nyaman. Tapi supir angkot yang saya tumpangi tidak seperti yang saya bayangkan. Ah, ekspektasi saya berlebihan. Benar ternyata, jangan berharap pada manusia. Manusia tiada yang sempurna. Namun, kecewa karena ulah supir angkot segera sirna ketika sudah sampai di Braga. Sambil mengisi perut dengan semangkuk Mie Reman dan segelas es teh ukuran jumbo, kami merapikan barang bawaan kami. Komik, plushie, tumblr, tas, pembatas buku, dan barang-barang yang akan kami pamerkan di Pakoban. Cie pamer cie.

Selesai makan, kami langsung ke lokasi. Ternyata sudah ramai, ramai sekali. Cuma ada dua booth yang masih sepi, salah satunya adalah booth Hijabographic. Tiba di lokasi, kami langsung di sambut dengan seorang pemuda yang begitu lincah nan aktif. Sambil memegang kamera, dia bertanya, “Hijabographic, ya? Oh, di situ mejanya..”. Kami pun langsung menuju meja dan menata barang bawaan kami. Ternyata pemuda itu menunggu kami hingga selesai membereskan barang. Cukup lama dia di booth kami, bertanya ini itu dan bercerita. Dari tingkahnya, saya curiga dia autis. Bukan maksud menghina ya, beberapa tanda saya ketahui karena saya pun berkutat di dunia pendidikan luar biasa. Tapi ini hanya tebakan saya semata. Dia pintar sekali, bahasa inggrinya bagus, pengetahuannya luas, dan rasa ingin tahunya tinggi. Cukup membuat kami kerepotan untuk menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan. Hingga akhirnya dia pamit kepada kami karena di tunggu orangtuanya. Bahkan ia pamit saat mau pulang ke Jakarta. Terimakasih sudah mampir, hai pemuda lincah yang ternyata masih SMA!

Sepeninggal pemuda tadi, kami berjaga di booth, foto-foto, ngobrol, melayani pengunjung, dan bergantian berkeliling ke booth lainnya. Ada beberapa booth favorit saya, diantaranya booth Komik Ga Jelas, Mice, dan booth permainan Mahardika, namun tetap saja yang paling favorit adalah booth Hijabographic. Booth yang benar-benar cewek karena kebanyakan merchandise berwarna merah muda, belum lagi penjaga boothnya adalah 3 perempuan muda berkerudung gondrong yang tidak kalem sama sekali. Loncat kesana kemari.

Oya, Alhamdulillah sepanjang hari itu stok merchandise kami terjual cukup banyak, bahkan stok komik habis dan kami kebingungan besok jual apa di booth. Ada beberapa stok di rumah saya, dan akhirnya saya memutuskan untuk meminta tolong orang tua untuk mengirimkannya via travel dan mengambilnya di pool daerah Surapati esok hari…sambil berharap semoga perjalanan paket tersebut lancar aman sentosa.

Dan Pakoban hari pertama selesai, kami pun pulang menuju kost-an Zaky. Setelah menaruh barang dan istirahat sebentar,kami memutuskan untuk makan malam kemudian bersih-bersih. Dan lagi, ternyata kulit harus adaptasi dengan dinginnya air Bandung. *kemudian terdengar suara serigala melolong*
– – –

Minggu, 10 Mei 2015. Hari kedua Pakoban. Sebelum menuju lokasi Pakoban, kami memutuskan untuk sarapan di warung nasi terdekat (tapi di tempuh naik angkot). Evi ternyata kelaparan, ia sampai nambah. Bilangnya cuma tambah nasi, ternyata tambah lauk juga. Mungkin terlalu bahagia karena harga makanannya lumayan murah di banding makanan di Jakarta. Hahaha.

Setelah makan, kami berpencar. Zaky dan Evi harus mencetak kartu nama karena kemarin kehabisan. Sedangkan saya mengerahkan keberanian untuk mengambil stok barang di pool Surapati sendirian. Sendiri. Untungnya jalur perjalanannya cukup mudah, jadi saya yang buruk dalam hal mengingat ini tidak nyasar dan hilang di Bandung. Kami janjian lagi di daerah Dago dan menuju Braga bersama. Di hari kedua ternyata lebih sepi, tapi tetap saja ramai. Lho, jadi sepi atau ramai? Simpulkan sendiri.

Seperti kemarin, kami merapikan meja dan menata barang-barang. Satu, dua, tiga, dan seterusnya pengunjung berdatangan ke booth kami. Sama seperti hari kemarin, yang berkunjung kebanyakan adalah anak-anak beserta ibunya, remaja, dan teteh-teteh muslimah.

Selain bertanya tentang komik, mereka juga bertanya mengenai bagaimana cara bergabung ke Hijabographic. Mudah saja sebenarnya, teman-teman bisa mengirimkan artwork ke email Hijabographic, dengan begitu teman-teman sudah bergabung menjadi anggota. Tapi Hijabographic sendiri tidak mempersempit makna network disini sebagai gambar atau desain saja, teman-teman bisa mengirimkan resep makanan, lagu, puisi, atau kerajinan tangan sesuai dengan keahlian kalian.

Beralih lagi ke suasana Pakoban, di hari itu, banyak artis ibukota yang terlihat, selain Sweta Kartika, terlihat juga Faza Meonk dan Diela Maharani. Booth kami juga di datangi oleh Alisnaik yang ternyata alisnya beneran naik. Mas Alisnaik ini datang dari Malang. Super sekali, bukan? Selain itu, booth Hijabographic juga di datangi adik manis dari SMA 3 yang merupakan bagian dari tim media dan propaganda di Rohis sekolahnya. Dia bilang kalau dia sering mampir ke fanpage Hijabographic.

Di hari kedua itu, karena Zaky tidak sengaja menumpahkan air minum akang-akang booth sebelah, kami pun akhirnya bertetangga. Booth sebelah kami ternyata dari Cimahi Creative Association. Mereka menawarkan jasa menggambar versi chibi di booth mereka ke pengunjung Pakoban, dan kami pun kepingin. Akhirnya kami bertiga minta untuk digambarkan. Pun sebaliknya, sebagai tanda terimakasih, kami juga menggambarkan akang-akang CCA. Senang sekali akhirnya kami punya teman di acara Pakoban.

Selain itu, ternyata Hijabographic masuk ke dalam kategori di awards Pakoban sebagai Merchandise Panghadena. Walau tidak menang, kami senang sekali karena bisa masuk kategori.

Dan sore pun tiba. Saya dan Evi harus mengejar travel terakhir ke Jakarta jam 8 malam. Akhirnya kami memutuskan untuk tutup booth saat azan Maghrib. Setelah sholat, kami menuju pool travel masing-masing. Saya berpisah dengan Evi dan Zaky di Dipatiukur karena travel Evi ada di daerah itu, sedangkan saya harus ke daerah Surapati kembali. Sambil tetap bertukar kabar dengan Evi, kami menuju rumah masing-masing. Saya kira, baru beberapa hari kemudian akan bertemu Evi lagi, taunya kita ketemu di rest area. Memang, jodoh pasti bertemu. Maksudnya, sampai bertemu, di Pasar Komik Bandung selanjutnya, insyaAllah. 

Oya untuk galeri foto Hijabographic Goes To Pakoban (Pasar Komik Bandung), tunggu post selanjutnya 🙂

Wassalamu’alaikum.

Sumber : Facebook Hijabographic

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s